Penerapan Pedoman Mengenai Kesetaraan Gender Bagi Sektor Pariwisata Yang Didukung Oleh UNWTO

Kesetaraan gender adalah hak asasi manusia yang mendasar, tetapi hanya 143 dari 195 negara yang menjadikan kesetaraan gender sebagai konstitusi di negara. Banyak perempuan di seluruh dunia yang masih mengalami pelecehan, kekerasan, dan praktik-praktik berbahaya. Selain itu juga, perempuan memiliki hak lebih sedikit dalam mengontrol sesuatu dibandingkan laki-laki(1).  Oleh karena itu, United Nation (UN) menetapkan tujuan Sustainable Development Goals yang ke-5 yaitu Gender Equality. Selain itu juga, untuk mendukung pencapaian SDGs ke-5, United Nation World Tourism Organization (UNWTO) telah peduli terhadap hal ini dan juga mendukung pengimplentasian gender equality di industri pariwsiata khususnya pada sektor bisnis pariwisata swasta. UNWTO meluncurkan buku pedoman mengenai Gender-Inclusive Strategy for tourism Business.

Buku pedoman dari UNWTO mengenai Gender-Inclusive Strategy for tourism Business memiliki tujuan untuk mendukung semua sektor bisnis pariwisata swasta, baik kecil maupun besar, untuk dapat menerapkan strategi serta kebijakan yang efektif dan konsisten pada program gender equality di operasional perusahaan mereka. UNWTO mengatakan bahwa hal ini sejalan dengan gerakan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang terus berkembang di sektor swasta, melalui inisiatif seperti Prinsip Pemberdayaan Perempuan (Women's Empowerment Principles/WEP), pelaporan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social and Governance/ESG), dan legislasi mengenai uji tuntas (due diligence) dalam rantai pasokan(2). Pedoman UNWTO meringkas bahwa tahapan gender mainstreaming di sebuah perusahaan memiliki empat tahapan yaitu:

  1. Secure high-level support for gender equality and commit to the Women’s Empowerment Principles

  2. Assess current progress on gender equality

  3. Review current progress on thematic areas for Women in Tourism

  4. Action Plan for Gender-Inclusive Tourism(2)

 

 

Tahapan Satu 

Tahapan satu memiliki fokus pada Women’s Empowerment Principles (WEPs) yang memberikan panduan kepada pelaku bisnis bagaimana mempromosikan gender equality / kesetaraan gender dan juga women empowerment / pemberdayaan perempuan di tempat kerja maupun masyarakat. Tahapan ini memiliki tujuh prinsip pemberdayaan perempuan yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini 

 

Gambar 1. Tujuh Prinsip Pemberdayaan Perempuan menurut WEPs

Sumber: UNWTO

 

Prinsip pertama perlu dilakukan hal ini didukung oleh data menurut Earth Changers bahwa 28% posisi manajerial dipegang oleh wanita, namun mereka 39% dari angkatan kerja dan sejauh ini mereka memiliki hambatan untuk mendapatkan pekerjaan dan juga membuat keputusan. Pada prinsip yang kedua mengenai penyetaraan perlakukan antara pria dan wanita yang mana hal ini perlu untuk diterapkan karena data data menyebutkan bahwa 300%: Perempuan menghabiskan rata-rata tiga kali lebih banyak waktu untuk pekerjaan rumah tangga dan perawatan yang tidak dibayar dibandingkan laki-laki (data dari 89 negara). Selanjutnya prinsip-prinsip lain dari Women’s Empowerment Principles (WEPs) yang mana telah dipertimbangkan berdasarkan data yang terjadi mengenai gender equality dan women empowerment di dunia. 

 

Tahapan Kedua 

Tahapan yang kedua yaitu menilai kemajuan progress terkait dengan gender equality Setelah melalui tahapan pertama, selanjutnya perusahaan memulai tahapan yang kedua yaitu menggunakan alat analisis WEP, yang mana alat ini berfungsi untuk menilai komitmen dan juga praktik perusahaan mengenai gender equality. Alat ini memiliki berbagai fungsi diantaranya untuk menilai pendekatan strategis perusahaan terhadap kesetaraan gender, Mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk perbaikan keberlanjutan dan lain sebagainya. 

 

Tahapan Ketiga 

Pada tahapan ketiga, perusahaan melihat dan meninjau kembali progress yang terjadi terkait dengan perempuan di pariwisata melalui tematik area. Setelah perusahaan melakukan penilaian, maka perusahaan dapat menjadikan dasar hasil dari proses penilaian mandiri tersebut sebagai tujuan dan target yang konkret. Adapun enam area tematik bagi perusahaan adalah 

  1. Employment : Pekerjaan yang layak bagi wanita 

  2. Entrepreneurship : Bisnis milik perempuan memiliki akses dan keterkaitan pasar yang berkelanjutan

  3. Leadership,policy- and decision-making : Perempuan terwakili dan berpengaruh dalam pengambilan keputusan di perusahaan pariwisata dan badan-badan sektor swasta

  4. Education and training : Pengembangan dan pelatihan profesional mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan

  5. Community and civil society : Perusahaan pariwisata mengatasi ketidaksetaraan gender dalam masyarakat

  6. Measurement : Perusahaan mengumpulkan data untuk mendukung pengetahuan dan analisis tentang partisipasi perempuan di sektor ini

 

Pada keenam area tematik ini memiliki checklist masing-masing yang mana bertujuan sebagai pengimplementasian dari tematik area yang ada di perusahaan untuk memfokuskan terkait dengan gender equality. 

 

Tahapan Keempat 

Tahapan keempat mengenai pengembangan dan pengimplentasian dari gender equality di bidang pariwisata khususnya sektor swasta. Setelah melengkapi penilaian mandiri melalui kuesioner, maka perusahaan menyusun dan mengimplementasikan action plan dari penerapan gender equality di perusahaan tersebut. UNWTO telah menyiapkan format action plan yang dapat digunakan oleh perusahaan. Action plan ini terdiri dari tujuan, aksi, anggaran, waktu pengerjaan, penanggungjawab dan juga indikator. 

 

Simpulan 

Permasalahan mengenai kesetaraan gender perlu dibahas dan juga dicari solusinya, terutama pada sektor pariwisata. UNWTO telah menyusun pedoman yang dapat diterapkan oleh perusahaan swasta di bidang pariwisata. Pedoman penyusunan ini pula diambil dari Women’s Empowerment Principles (WEPs). Tujuan dari pedoman ini diharapkan dapat membantu private sektor untuk lebih efektif dan efisien dalam penyusunan strategi dan program terkait dengan gender equality. Oleh karena itu, penting bagi sektor-sektor pariwisata untuk mulai memahami dan mengimplementasikan strategi dan program mengenai gender equality melalui pedoman dan alat yang telah disiapkan oleh UNWTO, sehingga pencapaian Sustainable Development Goals terutama pada SDG ke-5 dan ke - 8 dapat tercapai sesuai dengan target yang diharapkan. 

 

 

 Referensi

  1. https://www.earth-changers.com/purpose/gender-equality-female-empowerment

  2. https://www.e-unwto.org/doi/epdf/10.18111/9789284423262




 Ditulis Oleh: Elisa

 

Artikel ini dipublikasikan pada laman womentourism.id | 29 Juni 2023