Kartini Mapagama: Puan Muda & Pengarungan 21 Potensi Wisata Air di Pulau Lombok

Perempuan muda, berdaya dan berani adalah 3 hal yang patut disematkan kepada Tim Ekspedisi Kartini Mapagama 2022. Mapagama sendiri adalah Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gadjah Mada yang di tahun 2022 melaksanakan program kerja Ekspedisi Kartini bertajuk “21 Streams of Lombok”. Ekspedisi Kartini merupakan program kerja tahunan Mapagama yang difokuskan untuk anggota perempuan. Adanya program kerja ini tujuan awalnya untuk mengakrabkan anggota-anggota perempuan dan menunjukkan keberdayaannya sekaligus memperingati Hari Kartini. Ekspedisi ini dilaksanakan pada 18-24 April 2022 di Pulau Lombok. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu pengarungan di Sungai Jangkok yang berlokasi di Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dan pelatihan water rescue dilakukan di Desa Wisata Gunung Aur, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Dalam melakukan pengarungan, tim ekspedisi melakukan pemetaan 21 potensi wisata air di Pulau Lombok. Seluruh titik potensi tersebut tersebar di wilayah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah. Kegiatan Pemetaan 21 Potensi Wisata Air ini tersebar di berbagai kabupaten yang ada di Lombok. Lebih rincinya terdapat: 9 titik yang tersebar di Lombok Barat, 3 titik yang tersebar di Lombok Tengah, 6 titik yang tersebar di Lombok Timur dan 3 titik yang tersebar di Lombok Utara.


Sumber foto: @mapagama_ugm


Cerita Sebelum Ekspedisi

Pemilihan Pulau Lombok sebagai tempat pelaksanaan ekspedisi tak lepas dari adanya potensi wisata yang dapat dikembangkan. Sebelum pemilihan Lombok sebagai tempat pelaksanaan ekspedisi, tim awalnya mencari sungai di seluruh Indonesia yang berpotensi. Dalam pemilihan sungai juga mempertimbangkan beberapa hal salah satunya tingkat kesulitan sungai. Pada akhirnya Sungai Jangkok dipilih karena memiliki tingkat kesulitan sungai yang sesuai. Selain itu Sungai Jangkok juga menjadi sungai terpanjang dan terbesar di Pulau Lombok namun belum terkenal. Karena hal itu, tim Ekspedisi Kartini Mapagama 2022 juga bermaksud mempromosikan sungai ini ke publik dan mencari pengalaman melakukan pengarungan di sungai terpanjang & terbesar di Pulau Lombok. Hal yang mendasari melakukan pemetaan 21 potensi wisata air ini karena Lombok memiliki banyak potensi sumber air namun belum dikelola dengan baik dan dua puluh satu (21) titik ditetapkan oleh tim ekspedisi sebagai simbolik Hari Kartini. Sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan, penentuan 21 titik itu sendiri dilakukan dengan menggunakan media google earth.

 

Melaksanakan sebuah ekspedisi tentu perlu persiapan yang matang. Begitupun dengan tim Ekspedisi Kartini Mapagama 2022 melakukan banyak persiapan dan latihan. Persiapan awal dimulai dengan mengumpulkan ide ingin melakukan kegiatan apa saja dan menetapkan point-point yang ingin dicapai di Ekspedisi Kartini tahun 2022. Setelah mendapatkan hasil kesepakatan, tim melakukan latihan bersama setiap satu minggu melaksanakan 2x latihan dayung di Lembah UGM dan 1x latihan di Sungai Elo Magelang. Latihan tersebut rutin dilakukan selama 5 minggu. Meskipun tidak semua ekspeditor dari divisi orad (olah raga arus deras), namun pemahaman orad telah didapat saat para ekspeditor melaksanakan diksar (pendidikan dasar) Mapagama atau yang lebih dikenal dengan Gladimula yang merupakan proses pendidikan dan pelatihan dasar kepencinta alaman serta tahap awal untuk menjadi bagian dari Mapagama.

 

Pemetaan & Pengabdian

Kegiatan yang dilakukan survey menyusuri 21 potensi wisata air. Sebelum melakukan kegiatan, tim dibagi menjadi dua yaitu tim darat dan tim air. Selama melakukan pengarungan, para ekspeditor mencatat panjang, luas dan dalamnya sungai. Selain itu juga memperhatikan lingkungan sekitar daerah pengamatan, aksesibilitas dan apakah ada pengelola. Dalam melakukan survey ini mereka juga melihat kategori potensi di setiap titik seperti cocok untuk tubing/wisata arus deras/pemancingan dll. Setiap titik yang telah ditelusuri dicatat titik koordinatnya dan dideskripsikan sesuai kondisi. Dari survey yang telah dilakukan oleh tim Ekspedisi Kartini Mapagama 2022, sebagian besar titik sangat berpotensi. Potensi bukan dari sumber airnya saja namun juga keindahan lanskapnya seperti misalnya di salah satu titik terdapat air terjun yang memiliki warna air abu-abu namun air tersebut bukanlah air yang keruh. Selain itu ada titik potensi yang memiliki tanda-tanda pernah dijadikan objek wisata namun tidak dilanjutkan pengelolaanya. Dari sekian banyak titik yang telah ditelusuri, sebagian besar layak untuk dikembangkan lagi. Aksesibilitas juga mudah diakses meskipun ada beberapa titik yang membutuhkan usaha lebih seperti trekking, namun itu menjadi daya tarik tersendiri. Pemetaan 21 titik itu dilaksanakan selama 2 hari.

Sumber foto: @mapagama_ugm

 

Pengabdian menjadi program kegiatan yang juga dilakukan Kartini Mapagama. Setelah agenda pemetaan usai dilakukan, Kartini Mapagama melakukan pelatihan tentang water rescue di Desa Wisata Sedau. Tujuan dari diadakannya pelatihan water rescue ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mengenai water rescue pada pengelola sehingga menjadikan Desa Sedau menjadi desa wisata dengan konsep sport tourism yang aman dan mempunyai standar operasional prosedur. Hal-hal yang disosialisasikan oleh Kartini Mapagama yaitu pengenalan seputar peralatan dan fungsinya, memberi pemahaman SOP (Standar Operasional Prosedur) seperti misalnya apabila masuk air harus menggunakan alas kaki, pelampung, memegang dayung dan lain sebagainya serta memberi pemahaman tentang perawatan alat seperti perahu karet tidak boleh diduduki saat berada di darat, helm dan dayung tidak boleh jatuh dan cara membersihkan alat dengan benar. Lalu yang paling penting adalah penyuluhan tentang cara rescue/menyelamatkan orang menggunakan throwing bag dan teknik yang mengangkat langsung.

Sumber foto: @mapagama_ugm

 

Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru oleh para ekspeditor karena mereka yang notabene masih menempuh pendidikan di perkuliahan  namun mendapat kesempatan mempersiapkan diri memberi materi ke orang lain yang dimana materi itu serius untuk dapat diterapkan masyarakat/pengelola. Pengabdian ini menjadi hal yang berkesan karena dari masyarakatnya sendiri juga antusias. Masyarakat memang membutuhkan pelatihan ini dan mau belajar. Selain itu para ekspeditor juga merasa ilmu & pengalaman yang telah diperoleh dari pendidikan mapala tidak sia-sia karena bisa bermanfaat untuk orang lain. 

 

Kesan dan Pesan Untuk Para Puan

Larisa seorang ekspeditor kegiatan Ekspedisi Kartini Mapagama 2022 menceritakan kesan selama mengikuti Ekspedisi Kartini ini. Ia merasa lebih berperan dan menyadari manfaat ilmu yang telah diperoleh dari pendidikan mapala “oh ternyata pegetahuan di mapala apabila di kehidupan nyata seperti ini. Jadi berperan banget, ilmu ini ternyata berarti banget untuk orang-orang yang bergerak di bidangnya” pungkas Larisa. Ia juga menuturkan di Mapagama sendiri tidak ada standar ganda. Menurutnya bila membicarakan masalah teknis kuat-kuatan tidak ada kaitannya dengan gender, semua sama saja asal disertai dengan latihan. Dari pengalamannya ia merasa menjadi berdaya karena berkegiatan dengan anggota yang isinya semua perempuan “Saya merasakan sekali bagaimana berproses bersama sesama perempuan. Disitu saya merasa berdaya sekali” tuturnya lagi. Meskipun sempat merasa takut karena sebagai perempuan rentan sekali, tetapi Larisa melihat sebenarnya perempuan-perempuan di mapala itu dapat berdaya, sama-sama kuat dan pemberani. Hal tersebut yang membuat Larisa dan ekspeditor lainnya percaya diri untuk melakukan Ekspedisi Kartini ke Lombok. Selama perjalanan menuju Lombok juga menjadi hal yang cukup melelahkan karena perpindahan transportasi umum yang satu dengan yang lain dengan membawa banyak barang bawaan, meski begitu Kartini Mapagama dapat membuktikan bahwa perempuan juga mampu. Dalam menghadapi kendala-kendala yang ada di lapangan juga Larisa berpesan ketika di lapangan harus pandai merombak skenario karena tidak bisa berpatok sekali dengan rencana awal, yang penting capaiannya terpenuhi semua meskipun waktu-waktunya berubah.

Sumber foto: @mapagama_ugm


Dari kegiatan Ekspedisi Kartini Mapagama “21 Streams of Lombok” harapan dari para ekspeditor ini ialah hasil surveynya dapat ditindaklanjuti oleh Dinas Pariwisata setempat. Dari 21 titik setidaknya ada implementasi dijadikan objek wisata serta ditanamkan oleh warga setempat untuk diakomodasi dan dikelola dengan baik. Pesan untuk anak muda Indonesia khususnya para perempuan dari Larisa ialah beranilah untuk mengambil peran terutama di bidang pengelolaan pariwisata. Buat sedemikian rupa sampai jadi versi yang terbaik. Harapannya juga dapat memberdayakan sebanyak mungkin orang dan sebanyak mungkin potensi. Jadi intinya adalah ambil peran dan berdayakan lingkungan sekitar.



Ditulis oleh: Kharisma Erlambang

 

 

Artikel ini dipublikasikan pada laman womentourism.id | 19 Oktober 2022