Cinta Produk Lokal, Batik Berkah Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi

Setiap daerah tentunya memiliki ciri khasnya masing-masing yang nantinya akan menjadi ikon dari daerah tersebut, salah satunya adalah Yogyakarta. Siapa yang tidak kenal dengan Yogyakarta, daerah istimewa yang sampai saat ini dikenal dengan kebudayaannya yang masih kental. Hal tersebut tercermin dari bangunan-bangunan dengan bentuk tradisional jawa yang khas, keraton, musik tradisional, kuliner tradisional, hingga buah tangan tradisional seperti souvenir yang bermotif batik dan lain sebagainya. Berbicara mengenai buah tangan tradisional, di Yogyakarta sendiri terdapat banyak UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang menjual berbagai koleksi dengan mengusung konsep tradisional, salah satunya adalah Batik Berkah. 

Berawal dari kecintaannya dengan produk lokal, Nurlela merintis usaha di bidang textile yang diberi nama Batik Berkah sejak 15 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2008. Usaha lokal ini berfokus kepada penjualan produk yang sebagian besar berbahan dasar kain batik. Produk yang dijual di Batik Berkah juga beragam, dimulai dari baju, celana, daster, dan juga tas yang menggunakan bahan dasar kain batik maupun bahan dasar lainnya. Sasaran konsumen Batik berkah juga dari berbagai kalangan dan dari segala usia. 

    

Sumber foto : dok.pribadi/Pratiwi Adiningsih

 

 

Sebagai pemilik usaha batik yang sudah berdiri selama 15 tahun, Nurlela sudah merasakan sepak terjang dalam menjalankan usahanya. Covid-19 memberikan dampak yang besar terhadap UMKM di bidang textile salah satunya adalah Batik Berkah. Nurlela mengungkapkan bahwa adanya Covid-19 membuat usahanya sepi pengunjung lantaran usaha Nurlela terletak di kawasan wisata. Bukan hanya itu, globalisasi dan modernisasi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap usaha yang dijalankannya. Seiring dengan perkembangan zaman, minat penggunaan barang-barang yang mengusung konsep tradisional semakin menipis. Berbeda dengan zaman dahulu dimana jika sebagian besar masyarakat dari luar daerah Jogja berlibur ke Jogja, tentunya akan membeli oleh-oleh berupa pakaian-pakaian tradisional seperti halnya baju batik. Perkembangan zaman juga menyebabkan masyarakat lebih memilih untuk membeli pakaian-pakaian bermerek yang dikirim dari luar negeri. 

Meskipun demikian, Nurlela tetap konsisten bertahan pada usahanya di bidang textile yaitu Batik Berkah. Selain karena kecintaanya kepada produk lokal, hal tersebut dilakukan Nurlela sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya seperti produk dengan bahan dasar tradisional agar tidak punah, bahkan agar produk lokal dapat bersaing hingga ke mancanegara. 

Sumber foto : dok.pribadi/Pratiwi Adiningsih

 

Tertarik untuk berkunjung ke Batik Berkah sekaligus menjadi bagian dalam mendukung usaha lokal serta melestarikan warisan budaya? Teman-teman dapat mengunjungi batik berkah yang berlokasi di Jalan Ngasem No. 47 Yogyakarta. #LestarikanWarisanBudaya

 

Kontributor: Pratiwi Adiningsih

 

Artikel ini dipublikasikan pada laman womentourism.id | 29 Juni 2023