The 1995 Beijing Platfrom, Sebuah Deklarasi dalam Upaya Memastikan Kesetaraan Gender

 

Pada tahun 1995, UN Women dengan perwakilan beberapa negara anggota berhasil menyusun sebuah deklarasi yang berisi mengenai 12 bidang utama yang menjadi perhatian dalam upaya memastikan kesetaraan gender. Selain itu, adanya deklarasi ini memberikan peluang yang lebih besar bagi negara-negara untuk melakukan perubahan yang nyata.

 

Ke-dua belas bidang tersebut, yakni:

Pertama, perempuan dan kemiskinan. Ketika perempuan mengalami permasalahan ekonomi, hak mereka tidak dilindungi dan dihadapkan pada diskriminasi ganda, karena gender dan situasi ekonomi mereka. Akibatnya, mereka akan sangat menderita. Data statistik menunjukan bahwa di beberapa negara berkembang, masih banyak pekerja yang mendapatkan upah rendah.

UN Women menjalankan berbagai program untuk memberikan pelatihan, pinjaman, dan keterampilan praktis untuk memberdayakan perempuan secara ekonomi, memberi mereka suara, memperkuat layanan sosial, dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan. Beberapa contoh program yang dilakukan adalah memperbaiki kondisi tempat kerja perempuan di India dan mendirikan sekolah petani di Rwanda.

Kedua, pendidikan dan pelatihan perempuan. Pendidikan penting bagi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender dan menjadi pemimpin perubahan. Perempuan terpelajar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat, berkontribusi pada ekonomi yang berkembang, peningkatan kesehatan, dan pendidikan keluarga mereka. Pendidikan dan pelatihan juga merupakan alat untuk membantu mengubah stereotip gender yang ada di masyarakat.

UN Women mempromosikan hak perempuan atas pendidikan di semua bidang. UN Women mendukung program pendidikan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan, merevisi kurikulum, kebijakan sekolah formal, dan membantu melatih guru, siswa, dan orang tua.

Ketiga, perempuan dan kesehatan. Perempuan harus sehat untuk mewujudkan potensi penuh mereka. Ini termasuk nutrisi yang tepat, hak seksual dan reproduksi, dan kesehatan mental, serta kebebasan dari kekerasan. UN Women mengadvokasi negara-negara untuk lebih mengkoordinasikan penyediaan layanan kesehatan untuk perempuan (anak-anak dan dewasa)  termasuk untuk korban kekerasan. Selain itu,mereka bertindak untuk memastikan bahwa kebutuhan wanita terpenuhi selama krisis kemanusiaan medis, dan mendukung serta memberdayakan wanita yang hidup dengan HIV dan AIDS.

Keempat, kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan melukai perempuan serta menghambat kemampuan mereka untuk berkembang dalam berbagai cara. Sejak Konferensi Beijing, dua pertiga negara telah sepakat menetapkan undang-undang untuk menghentikan kekerasan dalam rumah tangga. Namun kesenjangan dalam hukum, implementasi perlindungan hukum dan kurangnya akses ke layanan esensial tetap dirasakan bagi perempuan secara global.

Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan adalah salah satu prioritas utama UN Women. Mereka mendukung perluasan akses ke tanggapan multi-sektoral yang berkualitas bagi para penyintas yang mencakup keselamatan, tempat tinggal, kesehatan, keadilan, dan layanan penting lainnya. Selain itu, UN Women juga mendukung undang-undang dan membantu memandu kebijakan dan rencana aksi untuk membantu meningkatkan investasi dan upaya dalam pencegahan .

Kelima, perempuan dan konflik bersenjata. Perang dan konflik bersenjata menghancurkan keluarga dan masyarakat serta membuat perempuan menjadi salah satu korbannya. Kekerasan seksual tersebar luas dan sering digunakan sebagai taktik perang. Program UN Women tentang wanita, perdamaian dan keamanan melibatkan wanita dalam semua aspek negosiasi, pembangunan perdamaian dan rekonstruksi untuk membangun masyarakat yang inklusif.

UN Women melatih pasukan penjaga perdamaian untuk mendeteksi, menangani dan menghentikan kekerasan seksual terkait konflik, sekaligus mendukung reformasi lembaga peradilan dan keamanan serta memastikan bahwa layanan publik yang sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan perempuan. Hal ini sangat diperlukan mengingat masih banyak penduduk di dunia yang tinggal di lokasi konflik.

Keenam, wanita dan ekonomi.  Diskriminasi gender masih sering terjadi di bidang ekonomi. Adanya diskriminasi ini berarti perempuan seringkali berakhir dalam pekerjaan yang tidak aman dan berupah rendah, dan merupakan minoritas kecil dari mereka yang menduduki posisi senior atau manajerial.

UN Women menjalankan berbagai program untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Program tersebut diantarnayamempromosikan kemampuan perempuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Selain itu, UN Women juga bekerja dengan mitra untuk memastikan bahwa tempat kerja bebas dari kekerasan dan pelecehan seksual.

Ketujuh, wanita dalam kekuasaan dan pengambilan keputusan. Dalam peran kepemimpinan, perempuan membuat perbedaan, tetapi mereka kurang terwakili sebagai pemilih dan di posisi teratas, baik di kantor terpilih, pegawai negeri, ruang rapat perusahaan atau akademisi. PBB mengadvokasi reformasi untuk memastikan akses yang adil bagi perempuan untuk pengambilan keputusan.  Adanya program tentang kepemimpinan dan partisipasi memberikan pelatihan bagi kandidat politik perempuan untuk membantu membangun keterampilan mereka



Kedelapan, mekanisme kelembangaan.Lembaga-lembaga khusus telah memainkan peran penting dalam menginformasikan hukum, kebijakan dan program serta memajukan kesetaraan gender. Hukum dan kebijakan yang kuat ditambah dengan mekanisme yang lebih kuat untuk mengoordinasikan berbagai aktor dan memastikan kesetaraan gender di berbagai aspek kehidupan. UN Women bekerja dengan berbagai negara untuk mengembangkan rencana aksi yang saling terintegrasi.Perencanaan dilakukan untuk memastikan penganggaran yang responsif gender, dan memperkuat koordinasi di antara beragam aktor.

Kesembilan, hak asasi perempuan. Perempuan berhak untuk mendapatkan semua hak asasi mereka secara penuh dan setara. Platform Aksi Beijing menegaskan bahwa perlindungan akan penerapan kesetaraan gender menjadi tanggung jawab bersama.UN Women memberikan bantuan teknis untuk memastikan bahwa negara membuat undang-undang, kebijakan, dan rencana nasional untuk memastikan hak-hak perempuan dan melindungi mereka dari pelanggaran.

 

Kesepuluh, perempuan dan media. Media memainkan peran penting dalam menantang norma-norma sosial yang membenarkan diskriminasi atau kekerasan terhadap perempuan. UN Women bekerja sama secara erat dengan berbagai media memajukan dan memastikan perlindungan akan  hak-hak perempuan. Selain bekerja dengan media untuk memfasilitasi liputan mendalam tentang hak-hak perempuan, UN Women juga melakukan penelitian tentang penggambaran perempuan di media berita serta industri hiburan.

Kesebelas, perempuan dan lingkungan.  Perempuan termasuk yang paling terpengaruh oleh perubahan iklim. Mereka mayoritas melakukan pekerjaan berupa mengumpulkan air, mengelola lahan pertanian. Sementara itu, suara mereka seringkali diabaikan dalam perencanaan dan pengelolaan lingkungan. Mereka juga kurang memiliki akses ke tanah dan sumber daya produktif. UN Women berusaha untuk memastikan perempuan terlibat dalam pengambilan keputusan lingkungan di semua tingkatan, mengintegrasikan keprihatinan mereka dalam kebijakan dan program, dan menetapkan cara untuk menilai dampak kebijakan pembangunan dan lingkungan terhadap perempuan

Terakhir,anak perempuan. Saat ini anak perempuan sedang menghadapi ancaman berupa entuk khusus kekerasan dan praktik berbahaya, termasuk mutilasi alat kelamin perempuan (FGM) dan pemotongan, penyetrikaan payudara dan pernikahan anak, mempengaruhi anak perempuan pada khususnya, termasuk pelecehan seksual terhadap anak. UN Women bekerja untuk memberdayakan perempuan muda untuk mengejar impian mereka, menghadapi diskriminasi, dan mencegah segala jenis kekerasan. Untuk memajukan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak perempuan, UN Women melakukan advokasi dengan pemerintah dan mitra lainnya, berjuang untuk dunia di mana anak perempuan dapat hidup bebas dari ketakutan, kekerasan, dan diskriminasi.

 

(ditulis oleh Lulu)

 

Artikel ini diterbitkan di laman womentourism.id | 8 Januari 2021