Sumba Hospitality Foundation

“We Spread Hope and Opportunities in Sumba” - Inge De Lathauwer, Founder

Sumber: sumbahospitalityfoundation.org 

Sumba Hospitality Foundation merupakan yayasan yang fokus memberikan kemudahan akses pendidikan dan tidak mendiskriminasi berdasarkan kepercayaan akan suatu agama atau pun asosiasi suku tertentu untuk generasi muda Sumba. Inge De Lathouwer, yang akrab disapa Ibu Inge, founder dari Sumba Hospitality Foundation menceritakan alasan dan motivasinya dalam mendirikan yayasan ini karena melihat permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Sumba. Terlebih lagi, Sumba memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan dan dapat bermanfaat untuk masyarakat lokal, meliputi manfaat pada sektor ekonomi, sosial, dan budaya.

Source: sumbahospitalityfoundation.org 

“We want to end the circle of poverty by giving hope and opportunities to the youth of Sumba”

--- INGE DE LATHAUWER, FOUNDER ---

Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Sumba dan melatarbelakangi adanya Sumba Hospitality Foundation, diantaranya:

  • Salah satu daerah termiskin yang ada di Indonesia

  • Terjadinya malnutrisi dan kekuarangan makanan

  • Kurang dari 50% anak muda Sumba yang mampu menyelesaikan Sekolah Dasar (SD)

  • Tingginya kasus human trafficking yang mayoritas korbannya adalah anak perempuan

  • Tingginya potensi investasi asing yang akan dilakukan di Sumba

Ibu Inge bersama dengan beberapa penduduk Sumba, salah satunya Redempta Tete Bato yang merupakan Head of Sumba Hospitality Foundation melakukan pendekatan kepada masyarakat lokal Sumba. Sangat penting bahwa hubungan yang terjalin antara masyarakat lokal dengan Sumba Hospitality Foundation didasarkan pada rasa saling percaya dan pengertian. Hingga akhirnya, pada tanggal 22 Juli 2016, Sumba Hospitality Foundation resmi dibuka untuk anak muda Sumba yang memiliki ketertarikan di dunia pariwisata.

Source: sumbahospitalityfoundation.org 

Pendidikan dan pelatihan vokasi yang ada di Sumba Hospitality Foundation memberikan peluang lebih baik bagi perempuan Sumba untuk mengembangkan diri. Penerapan kurikulum pendidikan yang dilakukan meliputi pendidikan gender, self defence, sex education, diberikan kepada siswa di Sumba Hospitality Foundation. Upaya pendidikan mengenai kesetaraan gender dapat memberikan kesempatan dan menyelamatkan anak perempuan Sumba dari kerentanan akibat budayadan keterbatasan akses pendidikan.

Source: sumbahospitalityfoundation.org 

Terdapat 3 core value yang dipegang teguh oleh Sumba Hospitality Foundation. Pertama, Sumba Hospitality Foundation memberdayakan pemuda lokal melalui pendidikan. Anak muda sebagai masa depan Sumba yang mampu mengakhiri lingkaran kemiskinan. Itulah sebabnya, Sumba Hospitality Foundation tidak hanya memberikan semangat dan mendorong kaum muda Sumba untuk bermimpi, tetapi juga lebih dari itu mereka memberdayakan kaum muda Sumba melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja. Sumba Hospitality Foundation memiliki sekolah hotel dan restoran untuk kaum muda Sumba yang kurang mampu. Selain itu, siswa mendapatkan pelatihan di lokasi proyek sosial yang dimiliki Sumba Hospitality Foundation, seperti Maringi, sebuah resort untuk pelatihan yang memiliki layanan setara bintang 5, dan sebuah restoran bernama Makan Dulu yang menyajikan berbagai makanan khas Sumba.

Core value kedua adalah, Sumba Hospitality Foundation memberikan praktik terbaik berstandar internasional dalam hal sustainable tourism. Potensi pariwisata di Sumba yang sangat menjanjikan harus dimanfaatkan dengna bijaksana. Jika dibiarkan, kegiatan pariwisata yang ada dapat menjadi suatu ancaman untuk kelestarian dari sumber daya alam dan budaya yang dimiliki Sumba. Oleh karena itu, Sumba Hospitality Foundation mempersiapkan anak muda Sumba dengan ketrampilan, pengetahuan, dan pengalaman dalam hal konservasi lingkungan, zonasi, dan perencanaan jangka panjang dalam sektor pariwisata.

Terakhir, Sumba Hospitality Foundation ingin menciptakan kesadaran lingkungan kepada pelajar, turis, dan komunitas lokal. Bangunan yang ada di Sumba Hospitality Foundation terbuat dari bambu yang tumbuh subur di Sumba. Kemudian, seluruh bangunan yang ada menggunakan 288 panel surya sebagai penyedia sumber listrik. Sumba Hospitality Foundation juga menggunakan kembali 90% air limbah dengan mengolahnya terlebih dahulu. Lahan yang ada di sekitar Sumba Hospitality Foundation juga dimanfaatkan untuk pertanian organik yang dikelola oleh siswa dan komunitas lokal Sumba dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan jangka panjang.

“We spread hope and opportunities in Sumba”

--- INGE DE LATHAUWER, FOUNDER ---

 

Source: sumbahospitalityfoundation.org 

Komitmen dari Sumba Hospitality Foundation dalam mempersiapkan generasi muda Sumba yang memiliki pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya sustainable tourism sangatlah luar biasa. Selain memberikan pengetahuan secara teoritis, Sumba Hospitality Foundation juga memberikan pengalaman melalui berbagai proyek yang dilakukan yang memiliki kontribusi terhadap 4C dari sustainable tourism. Aspek 4C tersebut ialah, Conservation, Community, Culture, dan Commerce. Beberapa proyek yang dilakukan oleh Sumba Hospitality Foundation juga sebagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh siswa.

Saat ini, Sumba Hospitality Foundation telah mampu menjalankan 2 proyek pendidikan mandiri dengan sukses, yaitu sebuah sekolah perhotelan dan training restaurant. Sekolah perhotelan yang dijalankan meliputi pelatihan bahasa inggris, kesadaran lingkungan, pertanian, dan pengembangan diri. Sejak 2016, setiap tahun siswa terpilih diberikan kesempatan untukmelakukan programmagang satu tahun di hotel atau restoran bintang 5. Sumba Hospitality Foundation juga mendirikan “Makan Dulu”, sebuah proyek training restaurant yang mencakup pelatihan layanan kuliner, restoran, dan bar.

Source: sumbahospitalityfoundation.org 

Proyek kedua berkaitan dengan pertanian organik yang menggunakan lokasi di sebagian besar kampus Hotel Resort dan Maringi Resort. Sumba Hospitality Foundation memberikan pembelajaran kepada siswa mengenai metode pertanian organik. Produk yang dihasilkan dari pertanian organik tersebut sebagai bahan baku untuk Restoran “Makan Dulu” dan makanan sehat untuk siswa. Selanjutnya, terdapat proyek Maringi Sumba, sebuah resort ramah lingkungan yang mana operasionalnya mayoritas dikerjakan oleh siswa sebagai salah satu pelatihan praktik langsung. Proyek yang dilakukan juga berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal.

Melalui berbagai proyek dan nilai yang coba diterapkan di Sumba Hospitality Foundation dapat membentuk sebuah budaya organisasi yang sangat positif. Pendidikan dan Pelatihan yang didasarkan kepada 3 core value dari Sumba Hospitality Foundation memberikan kesempatan dan peluang kepada anak-anak muda di Sumba baik perempuan maupun laki-laki untuk terlibat dalam industri pariwisata.

 

 




 

ditulis oleh Lulu

 

diterbitkan di laman womentourism.id | 24 Januari 2020