Jurnal Review: Peranan Perempuan Kelompok Sentosa Sasak Tenun di Desa Wisata Pringgasela Kabupaten Lombok Timur

Indonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak kekayaan warisan budaya yang dimiliki. Salah satu warisan yang sangat berharga dan mahsyur yakni kain tenun tradisional. Kain tenun sendiri memiliki beragam motif dan corak yang menjadi ciri khas dan memiliki makna yang mendalam. Salah satu kerajinan tenun tradisional yang terkenal berada di Pulau Lombok.

Pulau Lombok merupakan salah satu wilayah Indonesia yang unggul di bidang pariwisata karena  kaya akan keindahan alam dan budaya yang masih kental dan lestari di dalam kehidupan masyarakatnya. Salah satu daerah yang masih melestarikan kerajinan tenun tradisional yang juga biasa disebut dengan kain tenun gedogan sampai saat ini adalah Desa Wisata Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Kain tenun gedogan, masih menggunakan teknik, peralatan, dan alat sederhana pada proses pembuatannya. 

 

Doc. Google

 Para perempuan di Desa Wisata Pringgasela memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian kain tradisional disana melalui partisipasi usaha kerajinan kain tenun gedogan. Selain itu, kegiatan menenun kain tenun gedogan ini juga membawa perubahan besar bagi para perempuan disana, karena mampu membantu meningkatkan perekonomian rumah tangga, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, juga membuat para perempuan desa wisata Pringgasela menjadi lebih mandiri. Hal tersebut pula yang menjadi tujuan awal didirikannya Kelompok Sentosa Sasak Tenun disana.

Dalam jurnal ini, rumusan masalah yang diambil yaitu bagaimana peranan perempuan Kelompok Sentosa Sasak Tenun di Desa Wisata Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja peranan perempuan Kelompok Sentosa Sasak Tenun di Desa Wisata Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Penelitian ini berfokus pada peranan perempuan Kelompok Sentosa Sasak Tenun yang terdiri dari peran produktif, peran reproduktif, dan peran sosial. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data didapatkan melalui data primer dan sekunder melalui observasi dan wawancara mendalam. 

Dalam jurnal ini menerangkan bahwa kelompok Sentosa Sasak Tenun memiliki lima kelompok tenun, yakni Kelompok Sentosa Sasak Tenun, Pesiraman, Sleman Adil, Sundawa Makmur, dan Aman Maksan. Anggota dari kelompok ini sebanyak 100 orang, sebanyak 97 orang merupakan para pengrajin perempuan dan tiga orang lainnya adalah pengrajin laki-laki. 

Penelitian ini menjelaskan bahwa peran produktif adalah peran dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam Kelompok Sentosa Sasak Tenun, anggota kelompok dengan gender perempuan lebih mendominasi daripada laki-laki sehingga membuktikan bahwa perempuan juga memiliki hak untuk memenuhi atau membantu mencukupi kebutuhan finansial keluarga. Para anggota kelompok Sentosa tidak hanya bekerja menenun, namun juga memiliki beberapa pekerjaan lain.

Doc. Google

Para pengrajin perempuan di Kelompok Sentosa Sasak Tenun, juga selalu mengatur jadwal mereka dalam menenun sehingga tetap dapat melaksanakan tugas rumah tangga dan pekerjaan pokok lainnya. Para pengrajin berpendapat bahwa peran sebagai pengrajin tenun sama sekali tidak menghalangi peran mereka sebagai Ibu Rumah Tangga dan tetap mengutamakan urusan rumah dan tanggung jawab sebagai istri. 

Peran reproduktif perempuan, yaitu berupa perannya dalam keberlangsungan kehidupan rumah tangga, yang biasanya berkaitan dengan pekerjaan perempuan di sektor informal. Para pengrajin akan tetap menjalankan perannya sebagai pengrajin tenun, namun setelah semua urusan rumah tangga sudah selesai dengan baik. Terlebih, menenun merupakan kegiatan sampingan yang bisa dikerjakan selama ada waktu luang dan para pengrajin memiliki kebebasan dalam menentukan waktu dan lama bekerja. 

Selain itu, sebagai bagian dari anggota Kelompok Sentosa Sasak Tenun, para pengrajin tenun tentunya juga memiliki peran sosial dalam kelompoknya. Para pengrajin disana tetap aktif berkegiatan sosial dan mengikuti acara adat dan tradisi desa. 

Disimpulkan bahwa para perempuan anggota Kelompok Sentosa Sasak Tenun di Desa Pringgasela memiliki tiga peranan, yakni: 1. Peran produktif, yaitu peran perempuan sebagai pengrajin tenun gedogan yang juga memiliki beberapa pekerjaan lainnya sepert petani, buruh tani, buruh ladang, peternak, dan pedagang rumahan. 2. Peran reproduktif, yaitu peran perempuan dalam menata kehidupan rumah tangga. 3. Peran sosial, yaitu peran perempuan para anggota kelompok dalam kegiatan adat dan sosial kemasyarakatan. Dari ketiga model peranan perempuan tersebut, yang menjadi peran utama pengrajin perempuan di Kelompok Sentosa Sasak Tenun adalah peran reproduktif.

Ziyadatur Rohmi, I Gusti Agung Oka Mahagangga. 2020. Peranan Perempuan Kelompok Sentosa Sasak Tenun di Desa Wisata Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Destinasi Pariwisata Vol. 8 No 1, 2020. 

Program Studi Destinasi Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana. 

https://ojs.unud.ac.id/index.php/destinasipar/article/view/61845/35585 

Jurnal Review: Cyntia 

 

Artikel ini dipublikasikan pada laman womentourism.id | 18 Maret 2021