WTIDcamp Week 2: Women on Soft Skills: Sharing and Networking in Tourism Opportunities

11 Oktober 2021

Hi fellow companions,

Pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021 Women in Tourism Indonesia menggelar kembali kegiatan WTIDcamp untuk minggu kedua. Minggu kedua dari acara WTIDcamp  mengambil tema tentang Sharing and Networking in Tourism Opportunities.Mentor pada pertemuan Week 2 WTIDcamp kali ini adalah Kak Artin Wuriyani, seorang perempuan yang aktif mengelola bisnis dan juga terlibat di dalam banyak projek baik projek yang berkenaan langsung dengan sektor pariwisata maupun di sektor lainnya. Kak Artin juga merupakan advisor Women in Tourism Indonesia. Wah, pemateri kita yang satu ini memang sangat aktif diberbagai kegiatan dan projek ya, fellow companions. 

Nah, sebelum masuk ke dalam penjelasan materi, Kak Artin menceritakan perjalanan karirnya dari awal hingga berada di posisi sekarang ini. Mulai dari bekerja sebagai HR sampai berkecimpung ke dunia pariwisata yang berbeda dari latar belakang pendidikannya. Harapannya, para peserta dapat mendapatkan insight dari perjalanan karir Kak Artin yang tidak lepas dari proses networking.

Masuk ke sesi penjelasan materi, Kak Artin menjelaskan terlebih dahulu tentang pentingnya melakukan networking. Beliau menjelaskan bahwa melalui networking kita dapat bertukar ide, mengeksplorasi hal baru, dan berpikir kreatif. Secara tidak langsung membuat kita dapat mengembangkan kreativitas yang kita miliki. Selanjutnya, dengan membangun networking kita dapat berjumpa dengan orang-orang baik yang yang dapat membantu kita untuk semakin meningkatkan value yang kita miliki. Kemudian, membangun jaringan yang kuat akan mempermudah kita untuk dikenal banyak orang yang salah satu manfaatnya dapat membuka jalan bagi kita mendapatkan pekerjaan yang kita impikan. Tidak lupa, networking juga turut berkontribusi membentuk kita menjadi pribadi yang percaya diri.

Setelah mengetahui pentingnya networking, Kak Artin juga berbagi informasi mengenai aspek - aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan upaya networking. Ada tiga aspek yang perlu diperhatikan yaitu why, how, dan what. Pada aspek why Kak Artin menjelaskan bahwa seseorang yang akan membangun networking harus mengetahui terlebih dahulu tujuan yang ingin ia capai. Selanjutnya aspek How, yaitu berkenaan dengan bagaimana kita dapat mencapai tujuan yang ingin kita capai. Terakhir, dalam aspek what disampaikan bahwa kita harus konsisten terhadap tujuan yang yang telah kita tetapkan.

Salah satu hal terpenting dalam membangun networking adalah mengenali diri kita sendiri. Kak Artin mengajak kita semua untuk bertanya pada diri kita sendiri apa sebenarnya tujuan hidup yang ingin kita pilih. Bagi Kak Artin tujuan hidupnya adalah bermanfaat bagi orang lain dimanapun itu. Setelah mengenal pribadi kita sendiri, hal selanjutnya yang perlu diketahui adalah bagaimana cara kita membawa diri saat membangun networking. Di tahap ini, Kak Artin mengajak teman-teman untuk menjadi orang-orang yang passionate, mau belajar, dan terus mengembangkan diri sehingga nantinya dapat menjadi pribadi yang memiliki kapabilitas. Kak Artin juga memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai pribadi yang passionate. Dalam hal ini pribadi yang  passionate digambarkan sebagai pribadi yang ingin terus belajar untuk mengoptimalkan keahlian dan pengetahuannya. Saat berhubungan dengan orang lain ia akan melayani orang tersebut dengan sopan dan memanusikan orang lain yang bekerja bersamanya. Selain itu, saat berada di dalam suatu komunitas, pribadi yang passionate tidak hanya berdiam diri, melainkan akan memberikan kontribusi untuk menjadikan komunitas yang ia ikuti bertumbuh dengan baik. Selain pentingnya menjadi pribadi yang passionate, Kak Artin juga mengingatkan dalam melakukan networking kita perlu untuk selalu berpikir positif.

Setelah sesi penyampaian materi berakhir, berikutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab tersebut, teman-teman WTID Scholars mengajukan pertanyaan seputar networking dan pengalaman Kak Artin dalam membangun networking. Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada Kak Artin adalah tentang bagaimana proses yang dilalui Kak Artin dalam menemukan passion yang sesungguhnya? Menjawab pertanyaan tersebut Kak Artin bercerita bagaimana awal karirnya sebagai HR. Pada waktu itu, Kak Artin merasa bahwa profesi HR merupakan profesi yang sangat keren dan memiliki tantangan untuk membuat sebuah sistem HR yang baik. Setelah, sistem tersebut terbentuk Kak Artin mulai merasa bosan karena tidak menemukan tantangan yang baru sehingga beliau akhirnya memutuskan untuk resign. Singkat cerita, Kak Artin menemukan passion-nya saat bergabung dan bertumbuh bersama sebuah NGO. 

Fellow companions, pada kesempatan itu Kak Artin juga memberikan tips kepada peserta bagaimana cara untuk menemukan passion kita yang sesungguhnya. Pertama-tama, kita bisa menuliskan 10 aktivitas yang membuat kita senang secara berurutan dimulai dari hal yang paling kita senangi. Dari 10 aktivitas tersebut kemudian eliminasi 5 aktivitas yang paling jarang kita lakukan sehingga yang tersisa adalah  5 aktivitas. Lalu, kita diminta mengurangi 5 aktivitas tersebut  menjadi 3 aktivitas dengan menentukan 3 aktivitas mana saja yang membuat kita paling produktif. Langkah terakhir, pilih satu aktivitas yang paling konsisten kita lakukan. Setelah menemukan passion kita yang sesungguhnya, jangan lupa untuk tetap  mengasah dan mendalami passion tersebut karena akan bermanfaat dalam proses membangun networking fellow companions!

Sekian notulensi WTIDcamp week 2, sampai berjumpa pada WTIDcamp week berikutnya!