Penyelam Perempuan Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut dalam Memperingati Hari Kemerdekaan

21 Agustus 2020

 

A sport that is often thought to be dangerous or as appealing just to men has seen an influx of women within the last decade. Women of all ages are trying out scuba diving and realizing that neither of those assumptions are true. Confronting our fears and stepping (or should I say swimming) out of our comfort zone is liberating and almost addictive. And further, women have created all-women dive clubs to encourage others to join in the sport, forming friendships and communities along the way.” 

- scubadiverlife.com


Kabar mengharukan datang kembali dari Penyelam Perempuan, lho, fellow companions!

17 Agustus 2020  lalu, Kampung wisata Arborek, Papua Barat menyelenggarakan untuk kelima kalinya acara Pengibaran Bendera Merah Putih di Bawah Laut (Underwater Independence Day), sekaligus menjadi pioneer kegiatan ini di Raja Ampat yang diadakan oleh warga lokal bersama penyelam perempuan yang tergabung dalam Molo Ombin Raja Ampat (MORA) bersama wanita kampung wisata Arborek, Papua Barat.

 

Penyelam MORA mengibarkan bendera Merah Putih dalam memperingati Hari Kemerdekaan (Dok.Istimewa)

 

17 Agustus 2020  lalu, Kampung wisata Arborek, Papua Barat menyelenggarakan untuk kelima kalinya acara Pengibaran Bendera Merah Putih di Bawah Laut (Underwater Independence Day), sekaligus menjadi pioneer kegiatan ini di Raja Ampat yang diadakan oleh warga lokal bersama penyelam perempuan yang tergabung dalam Molo Ombin Raja Ampat (MORA) bersama wanita kampung wisata Arborek, Papua Barat.

Ditengah pandemi dan kebijakan new normal  ini memang tidak mudah bagi mereka untuk mewujudkan pengibaran bendera merah putih di bawah laut. Dengan kekuatan optimisme, semangat, dan harapan yang kuat, Pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut tersebut dapat diikuti 85 persen penyelam perempuan  yang didukung tim Discover Scuba Diving.

 

Pengibaran bendera di bawah laut sudah rutin dilakukan selama kurun waktu lima tahun terakhir (Dok.Istemewa)

 

Githa Anastasia sebagai owner dari Arborek Dive Shop mengemukakan bahwa kegiatan pengibaran bendera di bawah laut ini sudah rutin dilakukan dalam kurun lima tahun terakhir, “Kegiatan pun kami jalankan sesuai protokol kesehatan yang sudah berlaku di kampung Arborek.” Tuturnya

 

Teman-teman penyelam MORA bersama perempuan lokal Arborek (Dok.Istimewa)

 

Menurut Githa, tujuan kegiatan tersebut guna menumbuhkan rasa kecintaan dan kebanggaan masyarakat kampung wisata Arborek pada tanah air, “Harapan untuk perempuan-perempuan MORA, kita bisa maju dan berkembang bersama-sama dengan perempuan R4, serta menunjukkan kepada semua orang bahwa perempuan layak diperhitungkan. Untuk perempuan di kampung yang bekerja di dalam pariwisata, saya cuma pesan tetap semangat, jangan menyerah, tetap optimis, bahwa hasil terbaik pasti akan ada dapet selama kita masih memiliki niat yg tulus untuk membantu siapapun itu. Perempuan Indonesia dimanapun tidak boleh mudah menyerah, jangan mau kalah, dan maju terus!”, Githa menambahkan harapan dan pesan untuk seluruh perempuan Indonesia yang mencintai dunia selam dan pariwisata.

Selain puncak kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2020,  mereka juga mengadakan serangkaian lomba dan kegiatan bagi masyarakat umumnya dan perempuan khususnya, karena tahun ini kampung wisata Arborek didukung  oleh MORA (Molo Ombin Raja Ampat - Perempuan Penyelam Raja Ampat) dan Yayasan Kitong Bisa sebagai Co Organizer.

"Lomba yang diadakan antara lain bola voli, karaoke anak, sepakbola, karaoke orang dewasa, baca puisi dengan bahasa Inggris, beserta launching new normal pariwisata di kampung wisata Arborek," ujar Githa Anastasia.

Selain itu, dalam menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke-75, panitia bersama pemangku kepentingan terkait juga menggelar edukasi pemberantasan dan pencegahan bintang laut berduri yang merupakan hama terumbu karang.

 

Edukasi pemberantasan dan pencegahan bintang laut berduri (Dok.Istimewa)

 

Kegiatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di kampung Arborek mendapat dukungan tidak hanya dari rekan-rekan media tetapi juga dari berbagai pihak seperti organisasi lingkungan dan penggiat pariwisata yakni Conservation International Indonesia , Yayasan Econusa, BLUD, Dinas Pariwisata Raja Ampat, Bank Papua,Yayasan Kitong Bisa, dan beberapa pihak swasta seperti SIP, Toko Sima Jaya Waisai hingga Toko Surya 88.

(Monica)

 

Artikel ini dipublikasikan pada laman womentourism.id | 21 Agustus 2020