HIGHLIGHT WTIDiscuss #2 - ViaVia Travel Jogja: Mempertahankan Bisnis Usaha Perjalanan Wisata Selama Pandemi

02 Maret 2021

Women in Tourism Indonesia (WTID) kembali hadir dengan program mini talk show-nya yang bertajuk WTIDiscuss dengan episode terbaru pada hari Jumat, 26 Februari 2021. Kali ini WTID berbincang bersama managing director dari ViaVia Travel Jogja, yaitu Sri Mujiyati atau yang lebih akrab disapa sebagai Uji. ViaVia Travel Jogja adalah sebuah agen perjalanan yang mengusung konsep pariwisata berkelanjutan. WTID dan Uji membahas mengenai bagaimana mempertahankan bisnis usaha perjalanan wisata selama pandemi.

 

WTIDiscuss #2

Sumber: Dok. Istimewa

 

Diskusi diawali dengan pemaparan singkat dari Hanin, content manager WTID, mengenai sektor pariwisata yang menjadi sektor kedua terparah yang terdampak pandemi COVID-19 setelah sektor penerbangan komersial. Oleh sebab itu, bisnis yang bergerak di sekitar sektor pariwisata pun turut terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung tak terkecuali bisnis usaha perjalanan wisata seperti ViaVia Travel Jogja. Fakta ini tentunya diamini oleh Uji sebagai praktisi di bidang tersebut. “Industri pariwisata terutama agen perjalan, apalagi yang inbound, memang sangat kerasa dampaknya karena COVID-19 ini,” tuturnya.

 

Di tengah situasi yang tidak menentu ini, ViaVia Travel Jogja berusaha untuk tetap mempertahankan apa yang sudah mereka rencanakan sembari berinovasi untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Akibat pandemi, ViaVia Travel Jogja lebih fokus untuk menjalankan livelihood program atau program-program bersama masyarakat di daerah-daerah yang menjadi destinasi paket tur mereka. ViaVia Travel Jogja berpegang pada prinsip bahwa walaupun sedang masa krisis tetapi sebisa mungkin berjalan bersama dan tidak meninggalkan masyarakat.

 

Salah satu contoh livelihood program yang dijalankan ViaVia Travel Jogja adalah pemeliharaan kambing di Puncak Kleco, Kulon Progo. ViaVia Travel Jogja bekerja sama dengan komunitas setempat untuk melakukan program tersebut. Selain itu, ViaVia Travel Jogja juga mengadakan livelihood program di kelurahan Bagelen, Purworejo bekerja sama dengan komunitas jathilan. Di sana, ViaVia Travel Jogja membantu menanam tanaman dan mendukung program Jogo Tonggo dari gubernur Jawa Tengah. Selain kedua program tersebut, ViaVia Travel Jogja terkadang juga mengadakan program mengajar bahasa Inggris dan guiding skills.

 

Salah Satu Kegiatan ViaVia Travel Jogja di Puncak Kleco, Kulon Progo.

Sumber: Instagram @viaviajogja.travel

 

Program-program ini bertujuan untuk menjaga relasi dengan komunitas dan masyarakat. ViaVia Travel Jogja tidak ingin hanya datang ketika ada tamu saja tetapi membangun hubungan yang berkelanjutan dengan orang-orang setempat. Selain itu, melalui program livelihood program ini, ViaVia Travel Jogja turut membantu destinasi-destinasi tersebut menjadi lebih baik. Sejauh ini, masyarakat sangat antusias dan menyambut kegiatan dari ViaVia Travel Jogja dengan baik karena mereka merasakan manfaatnya yaitu adanya tambahan kegiatan dan pendapatan bagi mereka.

 

Selama bergabung dengan ViaVia sejak tahun 2003, Uji tentunya sudah pernah mengalami berbagai masa krisis yang berdampak pada jalannya bisnis ViaVia. Ia membandingkan dengan resesi ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008 dan mengatakan bahwa dampaknya tidak begitu dirasakan oleh sektor pariwisata. Yogyakarta juga pernah beberapa kali dilanda bencana alam besar seperti gempa bumi pada tahun 2006, erupsi gunung Merapi pada tahun 2010, dan erupsi gunung Kelud pada tahun 2014. Perbedaan yang kentara antara situasi krisis karena bencana alam sebelumnya dengan pandemi COVID-19 saat ini adalah krisis bencana alam itu hanya terjadi di Yogyakarta saja sehingga kustomer dari luar negeri masih bisa datang ke Yogyakarta dan menggunakan jasa ViaVia Travel Jogja. Namun, pandemi COVID-19 ini terjadi secara global dan semua orang harus tinggal di rumah sehingga sangat berdampak pada bisnis ViaVia Travel Jogja terutama karena pasar yang disasar 99% dari Eropa.

 

“Situasi pandemi saat ini menjadi tantangan besar bagi ViaVia Travel,” kata Uji.

 

ViaVia Travel Jogja terus melakukan efisiensi agar bisnisnya tetap berjalan di masa pandemi. Salah satunya dengan memindahkan kantor ViaVia Travel Jogja ke area guest house. Sejak tahun lalu, ViaVia Travel Jogja juga terus berinovasi untuk bisnisnya dengan membuat tur virtual tentang Yogyakarta, kelas masak virtual, dan kelas yoga virtual. Selain itu, ViaVia Travel Jogja juga mencoba membuat DIY kit untuk batik. Hanya saja yang menjadi tantangan saat ini adalah daya beli konsumen. Melalui upaya-upaya ini, ViaVia Travel Jogja masih bisa bertahan dan ini menjadi bukti resiliensi mereka di masa pandemi.

 

Sri Mujiyati, Managing Director ViaVia Travel Jogja

Sumber: Dok. Istimewa

 

Uji memaparkan beberapa pembelajaran yang bisa ViaVia Travel Jogja petik selama pandemi. Mereka belajar untuk terus berkarya walaupun bisnisnya tidak berjalan contohnya dengan livelihood program tadi. Masa pandemi juga menantang ViaVia Travel Jogja untuk berpikir lain dari biasanya dan terus membuahkan inovasi-inovasi yang harus disesuaikan dengan situasi saat ini. ViaVia Travel Jogja juga menyadari bahwa pariwisata adalah industri yang rentan sehingga untuk mengantisipasi hal ini, orang-orang yang bekerja di bidang pariwisata harus membekali diri dengan keterampilan lain agar bisa menjadi cadangan. Yang tak kalah penting, mereka juga belajar bahwa kebersihan dan kesehatan itu hal yang menjadi prioritas saat ini.

 

Uji berpesan bagi seluruh pegiat pariwisata agar tetap berpikir positif. “Kita tidak menghadapi situasi ini sendiri, di seluruh dunia sama kondisinya. Jadi jangan pernah menyerah untuk belajar dan selalu sediakan opsi untuk semua plan kita. Biarkan alam beristirahat dulu sambil kita memperkaya keterampilan dan pengetahuan.”

 

Ditulis oleh Hanin Banurukmi

 

diterbitkan pada laman womentourism.id | 2 Maret 2021