Plesiran ala Kartini Modern Bareng Roote Trails

23 April 2021

 

Hai Fellow Companions! Selamat Hari Kartini untuk kita semua perempuan hebat! Ngomong-ngomong soal Hari Kartini, kalian sering denger gak sih tentang Kartini Modern atau Kartini Masa Kini? Yap! Kartini Modern itu ya kayak kita-kita gini, kamu perempuan kuat yang bekerja dari jam 09.00-17.00, atau kamu perempuan pemberani yang merelakan karirnya dan menjadi full-time mom, atau kamu perempuan yang gak mau menyusahkan orang tua jadi kuliah sambil kerja atau juga kamu yang belajar dengan giat untuk mencapai cita-citamu dan yang jelas, kamu yang berani melakukan apapun dengan penuh tanggung jawab. Kesempatan yang begitu luas bisa dimiliki oleh perempuan Indonesia di era modern ini tidak terlepas dari hasil perjuangan dan pemikiran-pemikiran Ibu Kartini sekitar 1 abad yang lalu tentang emansipasi dan kesetaraan. Pada kesempatan kali ini, WTID mau mengajak kalian para Kartini Masa Kini untuk jalan-jalan bersama Roote Trails.

 

Tapi sebelumnya kita kenalan dulu yuk sama Roote Trails! Roote Trails adalah sebuah platform untuk menemani & membuat pengalaman travelingmu jadi lebih berkualitas dengan jalur wisata. Mereka juga punya nilai-nilai dalam mengembangkan pengalaman berwisata yang mereka tawarkan yaitu fun, fulfilling, empowering & responsible! Roote Trails menawarkan pengalaman berwisata yang baru dengan menggunakan konsep jalur wisata yang dibarengi dengan teknologi dan gamifikasi. Nah, ga lupa juga, dalam platformnya Roote Trails juga ikut mengajak wisatawan untuk mendukung sustainable tourism. Gak cuma itu aja, tapi RooteTrails juga dibungkus dengan berbagai cerita menarik dan gak biasa yang akan nemenin perjalanan kamu. Jadi dengan #RooteTrails kita bisa #TravelBetter dengan pilihan trail dan aktivitas yang fun, membiasakan diri untuk memilih pilihan yang lebih ramah lingkungan selama traveling, dan mendapatkan cerita yang penuh makna dari berbagai sudut pandang.

 

Cara kerja Roote Trails gampang banget, Fellow Companions langsung aja ke website www.rootetrails.com lalu klik ‘Explore now’. Selanjutnya pilih trail yang sesuai dengan lokasi kalian. Dapatkan akses rute, panduan wisata, cerita lokal, dan musik. Terakhir yang paling penting, nikmati perjalanan kalian dengan Roote Trails!


Cara Kerja Roote Trails

Sumber: www.rootetrail.com

 

WTID punya rekomendasi trail wisata dari Roote Trails nih untuk Fellow Companions yang juga merupakan Kartini Modern, yaitu Trail Plesiran untuk Perempuan di Yogyakarta dan Trail Kartini. Kedua trail ini menarik banget karena ga sekedar ngajak kita untuk jalan-jalan tetapi juga memberikan cerita yang seru dan penuh makna tentang emansipasi wanita.

 

Pada trail Plesiran untuk Perempuan di Yogyakarta, kita akan diajak berkeliling Yogyakarta bersama Dinda, seorang perempuan muda yang sejak dulu sering jalan-jalan di Yogyakarta bersama ibunya. Dinda akan membawa kita untuk pergi ke destinasi-destinasi yang sering ia kunjungi bersama ibunya. Ibu Dinda adalah seorang perempuan hebat yang dahulu berprofesi sebagai seorang jurnalis. Di sini, Dinda akan mengajak kita untuk pergi ke Gunung Api Purba Nglanggeran dan mengajarkan kita untuk menjadi perempuan kuat dan pemberani, serta menyayangi diri kita sendiri dengan memanjakan diri di spa yang juga ada di Desa Wisata Nglanggeran, setelah memanjakan badan kita dari luar, saatnya kita merawat diri dari dalam dengan jamu, yang akan kita dapatkan dari JogJamu bersama Dinda. Kalau kalian penasaran dengan petualangan Dinda, yuk langsung aja klik link ini 

 

 Trail Plesiran untuk Perempuan di Yogyakarta

Sumber: www.rootetrail.com

Tak kalah menarik dari trail sebelumnya, Trail Kartini dan Emansipasi di Jepara juga memberikan cerita yang menarik untuk kalian ikuti. Tidak hanya sekedar berpetualang ke kampung halaman Ibu Kartini di Jepara, tetapi kita juga akan diajak untuk memaknai emansipasi wanita lewat cerita yang akan disampaikan oleh Laras. Laras adalah karakter yang akan memandu perjalanan kalian di Jepara. Dalam trail ini, dikisahkan bahwa Laras yang merupakan seorang perempuan kelas 3 SMA yang punya cita-cita tinggi untuk jadi penulis tetapi dibuat bimbang dengan kenyataan ibunya yang selalu menyuruhnya untuk segera menikah setelah selesai sekolah. Laras merasa janggal dengan permintaan ibunya karena kakaknya yang bernama Aji sangat didukung orang tuanya untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Dengan berbekal buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” Laras memberanikan diri untuk menjelajahi peninggalan Ibu Kartini dan mencoba memahami kehidupan beliau pada zaman dahulu. Pada petualangan ini, kalian akan diajak untuk mengunjungi Pantai Bandengan yang merupakan tempat Ibu Kartini bertemu dengan sahabat penanya. Selanjutnya kita akan mengunjungi destinasi yang dahulu adalah tempat Ibu Kartini dipingit, alias dikurung di rumah selama bertahun-tahun dan menyiapkan diri untuk dinikahkan. Setelah mendengarkan cerita tentang Ibu Kartini, Laras juga akan membawa kita untuk menuju Sembada Ukir Petekeyan yang menjadi sentra kerajinan ukir yang juga berkat Ibu Kartini yang ngasih tau ke sahabat-sahabatnya di Belanda kalau ukiran kayu dari Jepara ini sangat indah. Akhirnya, industri ukir di Jepara berkembang pesat dan bisa membantu kehidupan masyarakat setempat, termasuk kehidupan perempuan di Jepara. Kalau kalian penasaran dengan cerita lengkapnya, kalian bisa langsung klik link ini ya untuk mengikuti perjalanan Laras di Jepara!

 

 Trail Kartini dan Emansipasi di Jepara

Sumber: www.rootetrail.com

#TravelBetter with #RooteTrails

 

Ditulis oleh Sari Nastiti

Disunting oleh Dyah Prajnandhari

 

diterbitkan pada laman womentourism.id | 23 April 2021