Tunjang UMKM Pentingsari di Masa New Normal

14 Juni 2021

Masa new normal atau yang biasa disebut adaptasi kebiasaan baru memberikan ruang tersendiri desa wisata untuk tetap produktif meskipun jumlah tamu terbatas setiap harinya. Sabtu pagi pukul 09.00 WIB, PT  Netsol Group menggandeng Women in Tourism Indonesia (WTID) dalam menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibility) di Desa Wisata Pentingsari. Pertemuan ini berlangsung di Wedangan Mbak Rini, sebuah kedai wedang yang didirikan oleh perempuan lokal di Pentingsari sejak bulan Oktober 2020 lalu. 

 

Desa Wisata Pentingsari merupakan salah satu desa wisata mandiri di Yogyakarta. Konsep yang ditawarkan kepada wisatawan adalah Desa Wisata Alam, Budaya, dan Pertanian yang berwawasan lingkungan. Wisatawan mendapatkan pengalaman berbeda berupa pembelajaran dan berinteraksi langsung dengan alam dan kearifan lokal di Desa Wisata Pentingsari.

 

PT Netsol Group dan Women in Tourism Indonesia memberikan bantuan masker dan face shield untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan di Desa Wisata Pentingsari. Kemudian, bantuan botol kemasan juga diberikan untuk menunjang pengembanganpengolahan kopi, kripik dan produk UMKM lainnya  dari warga. Pembukaan awal kegiatan ini dimulai dengan ramah-tamah yang dihadiri oleh 5 anggota dari PT Netsol Group dan 4  anggota WTID dilanjut dengan sambutan hangat  oleh Ketua Pengelola, yaitu Ir. Doto Yogantoro. 

 

“Prinsip saya dalam membangun desa wisata yaitu kita bekerja bersama. Saya tidak pernah menganggap mereka adalah bawahan melainkan kita semua disini adalah mitra atau rekan kerja. Tamu memang berkurang saat adanya pandemi, maka dari itu saya tidak memaksa mereka untuk aktif di masa kritis seperti ini” - Ir. Doto Yogantoro, Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari 

 

Meskipun pandemi memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian desa, beberapa warga tetap masih aktif di UMKM seperti pemilik UMKM Kopi Merapi, yaitu Bu Enny dan Pak Bayu yang masih produksi  serta membuka kedainya pada saat-saat tertentu. Selain itu,  Bu Endang yang aktif di Kelompok Wanita Tunggak Semi sempat menjual produk-produk kripik jamur, bubuk jahe, dan kopi arabika yang ia produksi bersama Ibu-Ibu di Pentingsari pada sebuah acara pameran. Hebatnya lagi, semangat itu juga dibawa oleh Mbak Rini yang baru memulai usaha wedangan di masa pandemi 2020. Namun, hal itu tak membuat geliatnya surut untuk mencari peluang usaha di desa tempat tinggalnya sendiri

 

 

Berbicara tentang keterlibatan perempuan, Pak Doto menambahkan “Justru kita tidak bisa kalau tidak ada dukungan dari perempuan di sini. Ibu-ibu disini banyak membantu berjalannya kegiatan pariwisata. Mereka terlibat juga di struktur organisasi seperti bendahara, dan beberapa seksi yang membawahi kuliner, kebudayaan, dan sebagainya”. Dalam sebuat riset  Wardoyo (2011, dalam Rahayu: 2017) menunjukkan bahwa Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Yogyakarta masih mendapati dominasi dari peran laki-laki yang terlibat dikarenakan kuatnya sistem patriarki di desa tersebut. Rupanya, lebih dari sepuluh tahun dari riset tersebut dipublikasikan, sudah banyak terjadi perubahan dari keterlibatan perempuan di Desa Wisata Pentingsari yang semakin banyak dan sudah cukup berimbang. Pak Doto bercerita bahwa 70-80% perputaran ekonomi di Pentingsari berada pada peran perempuan yang begitu besar. Meskipun demikian, tetap masih ada harapan beliau agar perempuan-perempuan di Desa Wisata Pentingsari tetap terus maju terlebih untuk menyuarakan pendapatnya, “Kadang Ibu-Ibu masih malu-malu kalau disuruh untuk bersuara jadi saya harap memang ini bisa menjadi pekerjaan kita bersama untuk menumbuhkan kepercayaan diri mereka”.

 

Setelah berbincang-bincang, berkeliling, dan menyusuri Desa Wisata Pentingsari, PT Netsol Group dan WTID menyerahkan bantuan CSR secara simbolis kepada Pak Doto. Bantuan yang diberikan berupa face shield dan masker yang dapat digunakan untuk fasilitas desa selama new normal serta kemasan plastik yang dapat digunakan untuk menunjang UMKM di Desa Wisata Pentingsari. Artin Wuriyani selaku penasehat bisnis PT Netsol Group menyampaikan harapannya  terkait kegiatan ini agar silaturahmi dan kerjasama dapat terwujud di kemudian hari. Selain itu, Dwi Kurniawan sebagai Manajer Siap Cetak, unit usaha dari PT Netsol Group, menyampaikan pula bahwa saat ini kemasan di UMKM semakin berkembang sehingga perlu menyesuaikan perubahan yang sejalan dengan inovasi dan kreativitas untuk masing-masing produk unggulan di Desa Wisata Pentingsari.

 

 

Sumber:

Rahayu, A. T. 2017. “Gambaran Tingkat Berdaya Perempuan Pada Sektor Pariwisata di Desa Wisata Pentingsari Berdasarkan Pengukuran RETS”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

DItulis oleh Anindwitya Rizqi Monica & Afifah Lulu Ulfa

diterbitkan pada laman womentourism.id | 14 Juni 2021